Minggu, 28 Desember 2014

KAMU

KAMU

Semenjak pertama mataku memandangmu, entah mengapa pikiranku selalu berpikir tentang dirimu. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan semua itu? Apakah dirimu mengandung medan magnet yang menarik pikiranku untuk berpikir tentang dirimu? Entah aku tidak tahu.
Setiap kali memandang wajahmu lewat layar digital, aku selalu terbayang dan berharap dirimu melekat pada diriku. Entah mengapa aku mengkhayang sedemikian. Apa karena parasmu yang anggun bagaikan bunga yang baru mekar? Apakah karena wajahmu cerah bagaikan bulan purnama? Entah aku tidak tahu.
Kamu itu bagaikan candu. Wow... Candu? Bagaimana bisa? Ya, dirimu bagaikan candu. Setiap kali aku memandangimu, kamu selalu membuat hatiku menjadi damai. Sejak saat itu kamu adalah yang sempurna bagi hatiku ini. Sempurna? Dirimu dapat menghilangkakan  kegelisahan yang datang melandaku.
Aku bersyukur dapat memandang wajahmu disetiap waktu yang berjalan ini. Hanya kebanggan dan doa yang bisa aku utarakan tentang kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar